Search This Blog

Loading...

Saturday, May 26, 2012

SUTAWIJAYA


Sutawijaya atau sering disebut sebagai Ngabehi Lor Ing Pasar, putra Ki Ageng mataram sekaligus putra angkat Sultan Pajang,memegang kekuasaan atas Mataram sepeningalan ayahandanya dengan masa pemerintahan yang relative panjang , antara tahun 1584-1601.
Sesudah berkuasa ,Sutawijaya bergelar Panembahan Senopati atau Senopati Ing Alaga yang berarti Sang Panglima Yang DiJunjung atau Sang Panglima DI Medan Laga. Memiliki gelar-gelar yang disandangnya,tampak senopati telah mendudukan dirinya sebagai Raja yang berdaulat penuh.Tidak lagi berada dibawah kekuasan Pajang dengan Penekana Khusus pada kekuatan Militer.
Hampir sepanjang Masa pemerintahan digunakan untuk melakukan penaklukan . Setelah pengaruh kuasa Pajang surut,Senopati meyatukan lagi wilayah-wilayah Pajang yang melepaskan diri dibawah panji-panji Mataram.

 http://mataram351.files.wordpress.com/2011/01/copy-of-kanjeng-panembahan-senopati-kanjeng-ratu-kidul-1fixed.jpg

Tahun-tahun Berikutnya , Senopati Banyak Melakukan penaklukan ke timur , hinga akirnya wilayah-wilayah penting seperti Jepara, Madiun, Kediri, Bojonegoro, dan sebagian Surabaya berada dibawah kekuasan Mataram.Senopati telah menjadikan Mataram Yang Semula hanya pemukiman kecil dipedalaman menjadi kerajaan yang memiliki wilayah kekuasaan yang luas di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sejarawan Merle C.Ricklefs (1974) mengibaratkan nya  seperti penakluk Dunia terkemuka Iskandar Yang Agung dari Jawa karena  kecakapan dalam seni Perang.
Upaya ini Yang dilakukan Panembahan Senopati dalam memantabkan landasan kekuasan Mataram adalah dengan pengukuhan silsilah melalui perkawinan dan pencarian Wahyu kerajaan melalui laku Spiritual. Pernikahan Senopati dengan putri-putri keluarga terkemuka, diantaranya , dengan Putri penguasa Pati, KI Penjawi, Putri Panembahan Madiun, dan Putri Ki Ageng Giring dari Gunung Kidul.
.

1 comment:

  1. Salam kenal yaaa. Tulisan yang menarik, kunjungi blogku juga ya pak.bu, mas dan mbak!. Tak ada yang lebih menyedihkan dan mengharukan dari kisah Mangir Pembayun, seperti juga ketika saya bersimpuh di makam Pembayun di Kebayunan Tapos Depok Jawa Barat, bersebelahan dengan makam anaknya Raden Bagus Wonoboyo dan makam Tumenggung Upashanta, kadang sebagai trah Mangir, aku merasa bahwa akhirnya mataram dan mangir bersatu mengusir penjajah Belanda di tahun 1628-29, cobalah cermati makam cucu Pembayun yang bernama Utari Sandi Jayaningsih, Penyanyi batavia yang akhirnya memenggal kepala Jaan Pieterz Soen Coen pada tanggal 20 September 1629, setelah sebelumnya membunuh Eva Ment istri JP Coen 4 hari sebelumnya, kepala JP Coen yang dipenggal oleh Utari inilah yang dimakamkan di tangga Imogiri, Spionase Mataram lagi lagi dijalankan oleh cucu Pembayun dan ki Ageng Mangir, informasi buka http://pahlawan-kali-sunter.blogspot.com/2013/01/ki-ageng-mangir-mempunyai-keturunan-di.html

    ReplyDelete